January 4th, 2011 - AutoTag

Slavery atau perbudakan merupakan praktik politis dan sosial yang mencapai puncak perkembangannya sekitar tahun 1700-an di hampir seluruh belahan dunia, khususnya bangsa Afrika. Praktik yang mendapat kecaman dari berbagai bangsa ini merupakan potret kelam sejarah peradaban manusia. Manusia diperlakukan seperti barang dagangan bahkan binatang, perasaan dan pemikirannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diabaikan. Kekayaan dan kedudukan sosial pada saat itu dianggap lebih penting daripada nilai kemanusiaan.

Zaman pun berubah seiring dengan perkembangan pemahaman mengenai hak-hak asasi manusia di berbagai bangsa. Politik apartheid, perbudakan mulai dihapuskan. Maraknya gerakan nasionalisme bangsa-bangsa terjajah juga merupakan stimulant terhadap penghapusan sitem perbudakan. Namun, sepertinya memang tidak pernah ada paham yang benar-benar mati. Di era yang menjunjung tinggi kebebasan individu, praktik perbudakan masih terjadi dengan kemasan dan dimensi yang lebih terlihat manusiawi. Praktik jual-beli dan mempekerjakan paksa manusia kembali terjadi. Human Trafficking, mengulang masa-masa buram praktik perbudakan. Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan manusia menjadi boomerang bagi negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia sebagai salah satu negara pemasok buruh migran terbesar di dunia. Perekrutan tenaga kerja merupakan lahan yang sangat rentan terhadap timbulnya proses trafficking ini. Akankah sejarah berulang?


No comments
comments rss - trackback uri
Leave a Comment