Kartini memang sosok perempuan yang luar biasa, sehingga hari kelahirannya diperingati sebagai wujud penghargaan atas perjuangan dan jasa-jasanya, serta dijadikan momentum perempuan secara nasional. Memaknai Kartini dan Hari Kartini, bukan sekedar ritual tahunan kebangsaan. Tanpa mengabaikan peran dan perjuangan tokoh pahlawan perempuan lainnya, sosok yang dianggap sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut memiliki arti yang kuat dan unik. Belajar dari Kartini berarti belajar memahami dan memaknai kepribadian, perjuangan dan pemikirannya.
Sebagai satu pribadi, Kartini adalah sosok yang memiliki kepekaan perasaan dan keprihatinan terhadap nasib dan harapan kaumnya untuk terbebas dari diskriminasi gender dalam budaya feodal yang kental, serta nasib bangsanya dalam cengkeraman kolonialis. Kepekaan rasa telah membuatnya menjadi pribadi yang membumi, perenung yang memiliki daya kritis dalam berpikir, sehingga menuntunnya berjuang melalui cara yang tidak biasa di zamannya. Menyampaikan gagasan atas kondisi yang dialami diri dan bangsanya melalui tulisan pribadi berupa surat.
Sebagai seorang penulis dan pemikir, ia adalah sosok yang memiliki intelektualitas dengan kemampuannya mengemukakan gagasan-gagasan cemerlang seputar masalah sosial, pendidikan dan gender yang tidak cukup popular di zamannya. Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, judul buku dari kumpulan surat-surat R.A Kartini untuk sahabat penanya Stella di Belanda yang dirilis tahun 1911, begitu fenomenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Kartini setidaknya telah membaca sekitar 30 buah buku dalam bahasa Belanda, empat buku dalam bahasa Perancis, membaca majalah yang terbit di Belanda secara teratur dan majalah berbahasa Belanda yang terbit di Semarang. Bacaannya banyak berkaitan dengan sastra dan perkembangan mutakhir perpolitikan di negeri Belanda.
Bacaan-bacaan inilah yang kemudian membuat setiap argumen Kartini tak terpatahkan karena didasari oleh kondisi obyektif.
Custom Search
- WordPress Plugin Mobile Domain
- Mengatasi Pegal karena High Heel
- Penyebab Latah
- Latah Banyak Menyerang Perempuan
- Dimensi Human Trafficking
- Sejarah Perkembangan Perbudakan
- Human Trafficking : Dimensi Baru Perbudakan
- Arti Kesepian
- Belajar dari Kartini
- Keberhasilan Bukan Kelulusan
- Belajar Mencintai
- Download dan Install Opera Mini Pada Handphone
Recent Posts
Archives
Categories
Tags
- cara mengendalikan emosi cara mengetahui bakat kita cara mengetahui potensi diri cara menghilangkan bau mulut tak sedap cara menghilangkan insomnia cara menghilangkan jerawat batu secara alami cara menghilangkan karang gigi secara alami cara menghilangkan kerutan di wajah cara menghilangkan komedo secara alami cara menghilangkan kutil di kaki cara menghilangkan nafsu makan cara meninggikan suara cara meningkatkan daya ingat otak cara meningkatkan konsentrasi cara meningkatkan produksi asi
Dulu (tahun 70-an) sewaktu ketuanya Bachtiar Rivai, LIPI pernah mempermasalahkan mengenai “kehebatan” Kartini sehingga sampai digelari Pahlawan. Kalau ita baca sejarahnya dengan cermat, beliau biasa-biasa saja. Dia hanya “berjuang” (?) karena kebutuhan pribadinya.